Ciri-ciri
negara berkembang
Negara
berkembang adalah negara yang kualitas penduduknya masih tergolong rendah.
Secara umum ciri-ciri negara berkembang antara lain:
1.
Tingkat pendidikan masih
rendah
2.
Tingkat penghasilan masih
rendah/pendapatan per kapita rendah
3.
Tingkat kesehatan masih
rendah
4.
Sistem perekonomiannya
masih bergantung dari luar atau perekonomian yang tradisional
5.
Angka pengangguran yang
tinggi
6.
Kesempatan kerja yang
minim
7.
Angka pertumbuhan
penduduk tinggi
Contoh negara
berkembang diantaranya India, Mesir, Meksiko, Arab Saudi, Afrika Selatan, China
Adapun ciri-ciri negara berkembang menurut pendapat Daedjoeni dan M. Todaro, yaitu:
Adapun ciri-ciri negara berkembang menurut pendapat Daedjoeni dan M. Todaro, yaitu:
- Mayoritas penduduknya bermata
pencarian di sektor pertanian. Industri yang ada yakni industri yang
berlatar belakang agraris dengan memanfaatkan hasil pertanian, kehutanan,
dan perikanan.
- Pengolahan pertanian masih
menggunakan alat-alat tradisional, misalnya cangkul dan bajak sawah dengan
tenaga hewan, dan sebagainya.
- Tingkat kehidupan yang rendah. Hal
ini disebabkan karena tingkat kesehatan yang rendah, tingkat kematian yang
tinggi, usia harapan hidup yang rendah, dan kondisi rumah yang kurang
layak.
- Pendidikan formal dan nonformal
kurang memadai, karena fasilitas pendidikan yang tidak mencukupi dan belum
bisa menjangkau semua penduduk sehingga masih banyak ditemui penduduk yang
buta huruf.
- Laju pertumbuhan penduduk tinggi
bisa menyebabkan terjadinya ketimpangan dalam hal pelayaran sosial, yang
pada akhirnya menghasilkan sumber daya manusia berkualitas rendah
- Belum ada kesetaraan gender.
Status pria lebih tinggi daripada wanita, yang hanya dianggap penduduk
kelas dua atau "konco wingking"
- Angka ketergantungan tinggi,
karena penduduk usia tidak produktif lebih separuh jumlah penduduk
- Tingginya tingkat pengangguran,
baik pengangguran terbuka maupun pengangguran terselubung.
- Ketergantungan terhadap negara
maju sangat tinggi, sehingga negara maju dengan leluasa mendikte negara
berkembang dalam mentransfer teknologi, pemberian bantuan luar negeri,
maupun penyaluran modal. Pada akhirnya negara maju dapat menguasai dan
mendominasi kehidupan sosial ekonomi negara berkambang yang dibantu.
Sedangkan
menurut JW. Svhoorl dalam bukunya
yang berjudul Modernisasi, mengemukakan 15 ciri negara
berkembang, antara lain:
- Tidak cukup makan, dengan batasa
kurang dari 2.500 kalori
- Struktur agrari lemah karena
pembagian tanah milik yang tidak baik, sehingga seorang petani hanya
memiliki tanah yang tidak begitu luas.
- Industri kurang berkembang, karena
kecilnya persentase penduduk yang bekerja di sektor industri.
- Tidak banyak menggunakan tenaga
mesin dan masih menggunakan tenaga manusia atau hewan.
- ketergantungan ekonomi tinggi,
khususnya pada bantuan luar negeri
- Perkambangan sektor perdagangan
dan pelayanan terlalu maju, tidak seimbang dengan sektor pertanian dan industri.
- Struktur sosial terbelakang dan
belum sesuai dengan masyarakat modern
- Kelas menengah tidak begitu maju
sehingga tidak ada yang memanikan peranan penting dalam perkambangan
perekonomian.
- Pengangguran terbuka dan
pengangguran terselubung jumlahnya besar.
- Tingkat pengajaran rendah sehingga
angka buta huruf masih tinggi. Selain itu, mutu pengajaran juga rendah
karena tidak ada perencanaan yang baik.
- Angka kelahiran tinggi.
- Keadaan kesehatan jelak, ditandai
dengan angka kematian yang cukup tinggi sehingga berpengaruh juga terhadap
produksi.
- Orientasi kepada tradisi dan
kepada kelompok.
- Sikap kerja tidak mengandung
cita-cita untuk bekerja secara mantap dan terus menerus.
Ciri-ciri
negara maju
Negara maju adalah negara
yang kualitas penduduknya tinggi. Secara umum ciri-ciri negara maju antara
lain:
1.
Sebagian besar
penduduknya bekerja pada sektor industri dan jasa. Hasil industrinya tidak saja
untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, akan tetapi juga untuk pemenuhan
komoditas ekspor.
2.
Sektor pertanian tetap
diusahakan walaupun sedikit namun pengolahannya telah menggunakan alat-alat
modern.
3.
Sumber daya manusianya
berkualitas tinggi, sehingga dapat menguasai iptek, karena didukung oleh faktor
kesehatan dan pendidikan.
4.
pertumbuhan penduduknya
rendah, antara 0,1% - 1% pertahun
5.
Konsentrasi penduduknya
banyak di daerah perkotaan.
6.
Angka kelahiran dan angka
kematian relatif rendah sedangkan angka harapan hidup mencapai rata-rata diatas
67,5% pertahun.
7.
Tingkat pendidikan
penduduknya tinggi sehingga tidak ada penduduk yang buta huruf.
8.
Rata-rata penduduknya
telah memperoleh penghasilan yang layak setiap bulannya dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya, baik pangan, sandang, dan papan. Sedikit dijumpai penduduk
yang miskin.
Contoh negara maju
diantaranya Jepang, Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Kanada.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar